Selasa, 03 Desember 2019

Kuliah Kerja Nyata


Salah satu masa yang terkadang sulit dilupakan oleh mahasiswa adalah masa-masa kuliah kerja nyata atau biasa disebut KKN. Para mahasiswa akan dipertemukan oleh sistem yang ada di kampus. Dalam satu kampus mereka akan dikelompokkan untuk ditempatkan di tempat-tempat tertentu. Mereka yang datang dari berbagai fakultas dan jurusan yang berbeda dituntut untuk tinggal dalam satu rumah, membuat program kerja yang bertujuan untuk membantu mengembangkan tempat dimana mereka tinggal, dan pastinya mereka akan lebih sering bertemu langsung dengan warga saat menjalankan program yang direncanakan.

Dian seorang mahasiswa fakultas ilmu budaya sudah mengemasi barang-barang yang hendak dibawa ke tempat KKN. Dian dan sembilan temannya diberi waktu dua bulan untuk menyelesaikan KKN tersebut. Dian dan kelompoknya mendapatkan tempat yang lumayan masih pedesaan, sehingga mudah bagi mereka untuk menjalankan program kerjanya. Berbeda dengan di kota yang masyarakatnya sudah maju dan lebih individu. Di desa masih banyak dijumpai warga yang saling bergotong royong. Kebanyakan dari mereka pun bekerja sebagai petani. Tidak hanya masyarakat yang sudah tua saja, mereka para pemuda dan pemudi desa pun sangat antusias akan kedatangan mahasiswa KKN.

Para pemuda dan mahasiswa akan bekerja bersama, biasanya pemuda akan membantu menyediakan apa yang dibutuhkan mahasiswa untuk berjalannya program yang ada. Bahkan tidak jarang dijumpai mahasiswa KKN  yang akhirnya memiliki hubungan khusus dengan pemuda desa.Setelah satu bulan lebih berada di tempat KKN, Dian dan kelompoknya semakin mengenal satu sama lain dan semakin akrab. Bahkan perasaan sungkan pun semakin lama semakin pudar karena memang mereka tinggal dalam satu atap yang sama dan selalu bersama kemanapun pergi. Mahasiswa putri tidur dalam kamar yang sama, sementara mahasiwa yang laki-laki terkadang tidur dimanapun mereka suka. Ada yang tidur di kamar dan ada juga yang tidur di ruang tengah.

Tak jarang juga pemuda yang sudah akrab pun sering mengunjungi tempat tinggal mereka yang sering disebut posko KKN.Dian yang merupakan sekretaris di kelompoknya sangat sering bertemu langsung dengan salah satu pemuda desa yang aktif di karang taruna. Pemuda itu bernama Enca. Dia adalah keponakan pak kadus. Maka dari itu Dian sangat sering bertemu Enca untuk menanyakan data-data yang dibutuhkan dalam pembuatan laporan program kerja. Enca pun selalu dengan semangat membantu Dian karena Dian adalah perempuan yang cantik dan sangat mudah bergaul. Maka dari situlah sebuah keakraban terjalin.

Mereka mulai sering keluar bersama dan bahkan makan bersama sampai akhirnya Enca dan Dian mulai menjadi bahan ejekan teman yang lain. Enca terlihat sangat menikmati kedekatannya dengan Dian tanpa tahu jika sebenarnya Dian sudah memiliki kekasih. Begitupun juga dengan Dian, lama tidak pernah berjumpa dengan kekasihnya dan selalu mendapatkan perhatian dari Enca, akhirnya ia luluh dan semakin dekat dengan Enca. Banyak sekali cerita yang mereka buat bersama. Mulai dari jalan berdua mengelilingi desa dan Enca yang selalu menghibur Dian dikala sedih dan sepi akan kekasihnya yang juga jarang memberikan kabar.

Semakin lama, teman-teman KKN yang tahu bahwa Dian telah memiliki kekasih, akhirnya berusaha memberikan nasihat pada Dian agar tidak terlalu dekat dengan Enca. Kedekatan Dian kepada Enca memang hanya sebatas teman dekat, namun berbeda dengan Enca yang memikili banyak harapan pada Dian. Karena Dian menganggap Enca hanya sebagai teman dekatnya, maka dari itu Dian tidak terlalu mendengarkan nasihat teman-temannya. Ketika waktu dua bulan di tempat KKN berakhir, Dian dan kelompoknya pulang ke kota asal dimana mereka berkuliah. Tampaknya berat sekali bagi mereka untuk meninggalkan desa itu. Di samping sudah betah, mereka pun memiliki banyak sekali kenangan bersama para warganya mulai dari Bapak, Ibu, dan anak-anak kecil yang bermain di posko.

Tak lama dari itu, Enca memberi kabar kepada kelompok KKN tersebut bahwa ia akan mengunjungi kota dimana teman-teman KKN berkuliah. Sampai kota tersebut, Enca yang berharap akan bertemu dengan Dian akhirnya harus menanggung kecewa karena ternyata dia baru mengetahui bahwa Dian sebenarnya sudah memiliki kekasih yang sudah berjalan selama empat tahun. Semua kata rindu yang akan Enca ucapkan pada Dian seketika itu luruh ditelan rasa sedih dan kecewa. Segudang amarah Enca lemparkan pada Dian. Ia menyebut bahwa Dian hanya pemberi harapan palsu dan mendekat jika hanya membutuhkan saja. Padahal hal itu sama sekali tidak pernah ada dalam benak hati Dian. Maka berakhirlah hubungan petemanan Dian dan Enca. Keharmonisan antara mahasiswa KKN dengan para pemuda pun hancur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar