Selasa, 03 Desember 2019

Laki-Laki Beruntung


Tora adalah seorang laki-laki yang beruntung. Usai lulus kuliah, ia diterima menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS). Tora lahir di dalam keluarga yang berkecukupan. Tidak seperti teman-teman yang lainnya yang masih mencari-cari pekerjaan. Tora sudah bisa membahagiakan dirinya dan orang tua. Terkadang Tora juga membantu adiknya yang masih kuliah. Kini, Tora tinggal di Jakarta. Satu bulan sekali ia pulang mengunjungi orang tua di Cilacap dan kekasihnya di Yogyakarta. Di umurnya yang semakin tua, Tora juga ingin segera mungkin menikah. Berulang kali Tora mengajak kekasihnya untuk menikah, namun kekasihnya masih menolak dan meminta Tora untuk menantinya sampai selesai kuliah.

Selain karirnya yang sukses, Tora memiliki kekasih yang cantik, pintar, dan patuh kepada kedua orang tua. Kekasihnya juga berasal dari keluarga pengusaha sukses. Kini, kekasihnya sedang melanjutkan studinya di tingkat sarjana dan meminta Tora untuk sabar menanti. Tora yang tak sabar lagi karena teman-teman yang lain sudah menikah, terus mendesak kekasihnya untuk segera menikah. Namun sang kekasih tetap pada pendiriannya. Orang tua memintanya untuk menyelesaikan sekolahnya terlebih dahulu. Tora pun hanya bisa bersabar dan bersabar.Beberapa bulan kemudian, sang kekasih telah diwisuda. Ia telah menyelesaikan studinya. Tora pun menanyakan kembali padanya tentang keinginannya untuk menikah.

Tapi sayang, orang tua sang kekasih meminta anaknya untuk melanjutkan studinya kembali untuk mendapatkan gelar master. Tora semakin tak sabar dan semakin mendesak kekasihnya untuk membicarakan semuanya kepada orang tua.“Ayo dong, bilang sama papah dan mamah. Menikah itu disegerakan. Lanjut kuliah setelah menikah juga bisa kok”“Iya yang, sabar. Aku juga tau. Tapi kan ini permintaan papah. Aku juga ga mungkin nolaknya”“Maka dari itu bilang dong”Tora mulai kesal karena sikap kekasihnya yang tak kunjung memberanikan diri untuk membicarakan pernikahan dengan orang tuanya. Karena kebingungan yang melanda dalam dirinya, sang kekasih mengikuti banyak kajian-kajian pra nikah di kampusnya.

Ia mendapatkan banyak ilmu, salah satunya adalah tidak perlu pacaran untuk menikah. Setelah mengutarakan isi kajian itu kepada Tora, Tora semakin kesal dan ingin segera mengakhiri semuanya.
Sebulan kemudian, karena tidak ada penjelasan dari sang kekasih. Tora mulai bebas bermain dengan siapapun. Kekasihnya melihat foto Tora yang diposting oleh salah satu teman wanitanya. Kekasihnya pun marah dan meminta penjelasan kepada Tora.“Tega banget kamu, aku disini belajar menjaga hati. Tapi ternyata kamu main dibelakangku”“Kamu bisa mikir nggak? aku selama ini ngajak kamu menuju kebaikan, menikah. Tapi kamu selalu menolak. Kamu sadar nggak sih aku sudah semakin tua.

Aku malu sama teman-teman”“Oke, aku bilang sama orang tua”“Ya, aku janji akan datang kerumah untuk melamarmu”Kekasih Tora semakin bingung dan gelisah. Ia merasa sakit hati karena dibohongi. Tora bermain api di belakangnya. Tapi, ia juga sadar semua ini juga dikarenakan kesalahannya sendiri yang tak berani mengutarakan keinginannya kepada orang tua. Kekasih Tora yang bingung itu akhirnya mengutarakan semuanya, awalahnya sempat ditentang oleh kedua orang tuanya. Namun, ia mencoba menjelaskan bahwa pernikahan adalah hal baik yang harus segera dilaksanakan agar tidak melulu timbul fitnah. Akhirnya kedua orang tua itu luluh dan menerima Tora sebagai menantunya.
Tora datang ke rumah sang kekasih bersama ayah dan ibunya.

Ia berkata baik-baik bahwa ia ingin mempersunting kekasihnya. Tora tidak melarang sang kekasih untuk tidak menyelesaikan sekolahnya. Acara tunangan pun dilaksanakan dengan cara bertukar cincin. Akhirnya Tora dan kekasihnya menikah dan menjadi pasangan yang halal. Kekasihnya yang cantik dan taat kepada agama sudah menjadi milik Tora seutuhnya. Tapi keduanya harus hidup berjauhan. Tora yang bekerja di Jakarta dan istrinya yang melanjutkan studinya di Yogyakarta. Jarak tidak menghalangi mereka untuk bertemu. Waktu selalu bisa diatur, setiap dua minggu sekali Tora pergi mengunjungi sang istri atau sebaliknya. Sebagai seorang laki-laki yang baik dan bertanggung jawab, Tora dihadiahi sebuah rumah dan mobil oleh mertuanya. Tora tetap menjadi seorang laki-laki yang beruntung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar