Selasa, 03 Desember 2019

Lulus Kuliah


Setelah lulus kuliah dan mendapatkan gelar sarjana, seseorang harus segera mencari sebuah pekerjaan atau mungkin melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi. Di tempatku berasal, semuanya seperti sudah menjadi aturan, karena jika pulang ke rumah maka akan banyak sekali pertanyaan dari tetangga. Kalau seseorang bekerja dan menghasilkan banyak uang maka akan disegani, tapi berbeda jika seseorang yang sudah lulus kuliah namun masih sulit mencari pekerjaan. Keadaan yang seperti itu pasti akan menjadi bahan pembicaraan terutama oleh kalangan ibu-ibu bersuami pekerja yang hanya diam di rumah dan memang memiliki banyak waktu dan kesempatan untuk menggosip.

Kemarin aku pulang dari kota tempat dimana aku menyelesaikan kuliahku. Sebelum dan sesudah lulus kuliah aku memang sudah bekerja, namun pekerjaanku hanya sebagai pelayan stand makanan. Dari mulai semester enam, aku sudah tidak mendapatkan kiriman uang dari orang tua. Aku bekerja apapun itu untuk bertahan hidup di perantauan sambil menyelesaikan kuliahku. Aku seorang perempuan yang semuanya tahu juga bahwa kebutuhan perempuan sedikit lebih banyak dari laki-laki. Aku bekerja keras untuk memenuhi kebutuhanku. Sampai setelah lulus kuliah, aku masih bekerja di tempat stand makanan tersebut. Sebelumnya menjadi seorang penjaga stand makanan adalah hal yang biasa, namun kini semuanya seperti berubah ketika aku lulus dari kuliahku.

Wajar saja masa seorang lulusan sarjana hanya menjadi seorang penjaga stand makanan?Sudah sekitar satu tahun aku bekerja di tempat itu. Pemiliknya pun sangat baik. Karena sudah cukup lama bekerja, aku dipercaya oleh bapak dan ibu pemilik untuk mengurus stand tersebut termasuk mengatur barang yang keluar dan masuk. Aku bersyukur memiliki seorang bos yang baik dan mau mengajariku cara berjualan. Tidak lama kemudian aku berfikir bahwa aku harus berdiri sendiri, aku harus berusaha sendiri. Aku pun pulang dengan berbekal sebuah resep yang bapak dan ibu bos ajarkan. Aku sudah siap apapun yang dikatakan ataupun dibicarakan tetangga nanti, aku tetap berusaha dan yakin pada diriku sendiri. Aku sudah banyak belajar dari bapak dan ibu bos, meskipun lulusan sarjana, tapi tetap mau berwirausaha.

Sesampainya di rumah, aku mengutarakan isi hatiku kepada kedua orang tua. Keduanya cukup ragu dan tetap meminta aku untuk merantau dan mencari pekerjaan. Tapi aku tetap mencoba meyakinkan keduanya dan akhirnya mereka setuju dengan rencanaku membuka stand makanan bernama tahu walik, yaitu tahu yang dibalik dan diisi oleh adonan tepung dan daging. Semakin hari semakin banyak juga omongan-omongan tetangga. Ada dari mereka yang menyindir, “Untuk apa kuliah tinggi-tinggi jika hanya akan berjualan tahu. Disini yang lulusan SD pun bisa berjualan tahu”. Perkataan semacam itu sudah aku bayangkan sejak dulu, tapi aku tidak boleh putus asa dan aku pun tetap memanfaatkan ilmu yang aku dapat dari bangku perkuliahan untuk mengajari anak-anak desa belajar bersama.

Jam terus berputar tanda waktu semakin maju. Kini pembeli tahu walikku sudah semakin banyak. Selain membuka stand, aku juga membuka jualan via internet. Penghasilnya sangat cukup untuk membuka toko dan membenahi tempat belajar bersama. Hingga beberapa waktu kemudian, aku juga membuka tempat bimbingan belajar. Toko tahu walik aku serahkan pada karyawan kepercayaanku. Sesekali aku mengingat bagaimana dulu bapak dan ibu bos mempercayakan usahanya padaku sehingga aku bisa belajar dan akhirnya memiliki usaha sendiri. Sesekali aku mengunjungi kota dimana aku bekerja dahulu. Aku menceritakan semuanya kepada bapak dan ibu bos. Mereka pun bangga padaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar